Aksi Trek-Trekan Masih Marak di Tarakan
Tiap Malam Minggu, Pasang Taruhan Hingga Jutaan Rupiah
Aksi trek-trekan dengan mengendarai sepeda motor, ternyata masih marak di Kota Tarakan. Meskipun harus kucing-kucingan dengan petugas kepolisian, hampir setiap malam Minggu, para penggemar "balap motor" yang mayoritas remaja ini, masih melakukan aksinya di jalan-jalan yang biasa dijadikan arena balap. Apa yang menjadi motifasi mereka, sehingga tetap nekad melakukan adegan berbahaya itu? Berikut hasil investigasi wartawan Radar Tarakan di Jl Gajah Mada, salah satu "arena" yang biasa digunakan para "pembalap" Tarakan.
Yoko Handani Kapuragah
Malam itu sekitar pukul 23.00 Wita, di beberapa jalan protokol yang biasanya ramai oleh lalu-lalang mobil dan kendaraan bermotor, nampak sepi. Namun, pemandangan lain justru ada di Jl Gajah Mada.
Sekelompok anak muda lengkap dengan sepeda motornya yang sudah dimodifikasi habis, terlihat berdiri dan nongkrong di sepanjang jalan menuju kompleks Gusher Plaza tersebut. Penulis bersama narasumber yang mendapatkan informasi, di Jl Gajah Mada sering dijadikan ajang trek-trekan dengan uang taruhan hingga jutaan rupiah, juga ikut bergabung di dalamnya.
Saat itu, beberapa orang nampak serius, bernegosiasi sesuatu. "Mereka sedang membicarakan besarnya taruhan dan aturan main yang akan dilakukan malam ini," kata salah seorang teman kepada penulis. Setelah cukup lama ber-negosiasi, disepakati motor 2 tak dengan mesin standar yang akan diikutikan dalam ajang "drag race" di arena jalan umum tersebut.
Lima motor sudah siap-siap di depan garis start. Satu dari mereka yang dipercayai sebagai "yuri" terlihat memeriksa satu persatu motor yang akan diadu. Sesuai kesepakatan, rute yang akan ditempuh sepanjang 1 kilometer, yaitu start dari ujung Jl Gajah Mada atau tepatnya di persimpangan memasuki Perusahaan Mustika Aurora hingga sekolahan SD. Para "pembalap" diharuskan memutar 3 kali.
Sekitar pukul 23.30 Wita, dan pada hitungan ke-tiga, kelima motor tersebut meluncur kencang diikuti suara yang menderu-deru, seakan semua penghuni jalan Gajah Mada malam itu, dipaksa untuk ikut menyaksikan aksi mereka.
Dan setelah 3 kali putaran yang diperkirakan sejauh 1 kilometer, Umar salah satu "pembalap", yang diketahui anak pangkalan ojek Simpang Tiga, dengan sepeda motor 2 tak-nya, adalah yang paling beruntung. Dia lah yang malam itu keluar sebagai pemenang dan berhak membawa pulang uang jutaan rupiah.
"Kalau dibilang sering menang nggak juga, tapi setidaknya beberapa kali saya pernah menang," kata Umar kepada harian ini. Namun sayangnya ia enggan merincikan jumlah hasil taruhan uang yang diperolehnya malam itu.
Apa komentar warga? Menurut Dino salah satu warga yang berdomisili di bilangan Jl Gajah Mada mengaku, aksi kebut-kebutan di jalan tersebut bukan bukan hanya malam itu saja. Mereka (anak motoran) melakukan, hampir setiap malam Minggu.
Entah siapa yang menginformasikan? Beberapa saat kemudian, sebuah mobil patroli milik Polres Tarakan, lengkap dengan sejumlah petugasnya mendatangi arena tersebut. Melihat kedatang petugas, kumpulan anak-anak muda yang tadinya masih nongkrong, langsung bubar, satu persatu ngacir dengan kendaraannya masing-masing.(**)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar